Sinopsis buku
PERKEMBANGAN ANAK
USIA DINI DAN CARA PRAKTIS PENIGNKATANNYA
Edisi
pertama, Cetakan ke-2
Copyright ©2015
Perpustakaan
Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)
ISBN
978-979-9472-18-2
15 x 23 cm
Cetakan ke-2,
September 2015
CV.infomedika
Penulis
DR.H. Hendra
Sofyan, M.SI
Editor
DR.Hj. Evita
Anggereini, M.Si
Desain
cover
Penata
letak
DR.H. Hendra
Sofyan, M.SI
Ardhy Pratama
Percetakan
CV.INFOMEDIKA
Penerbit
CV.INFOMEDIKA
Jl. Pramuka No.
27 C
Telp/Fax.: (021)
8504018
e-mail : cetak_infomedika@yahoo.com
A.
Kata Pengantar
Seperti buku pada umumnya, buku ini pada
lembaran awal juga memiliki halaman kata pegantar yang berisi rasa puji dan
syukur penulis karena dapat menyelesaikan penulisan buku dengan sangat baik
juga rasa terimakasih penulis kepada semua pihak yang telah membantu untuk
penerbitan buku ini sendiri. Pada halaman ini juga dijelaskan bahwa buku ini
ditulis berdasarkan pengalaman teoritis dan emirik yang dialami oleh penulis
sendiri.
B.
Daftar Isi
Setelah halaman kata pengantar,
selanjutnya adalah halaman DAFTAR ISI. Pada
halaman ini pembaca dapat melihat secara keseluruhan judul dan sub judul yang
akan di bahas pada setiap bab. Penyusunan daftar pada halaman DAFTAR ISI juga disusun dengan sangat
rapi sehingga sangat memudahkan pembaca untuk mencari judul maupun sub judul
tertentu yang diperlukan pada bab yang telah ditentukan.
C.
BAB I. Pendahuluan
Membahas bahwa Pendidikan Anak Usia Dini
(0-8th) adalah berfungsi sebagai sarana untuk membantu tumbuh
kembang anak serta kesiapn rohani dan jasmani anak dalam mengikuti pendidikan
lebih lanjut. Hal ini tidak hanya berdasarkan pada teori tetapi juga memiliki
landasan hokum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Perlu juga diketahui bahwasanya Anak
Usia Dini melalui proses pembelajara sambil bermain. Dimana menurut penelitian
di Universitas Indonesia bahwasanya bermain merupakan sebuah kebutuhan bagi
anak. Dimana saat masa bermain anak tercukupi, hal ini akan membantu
perkembangan kognitif anak pada saat melewati pendidikan lebih lanjut. Selain
berjalannya proses pembelajaran yang dilakukan secara bermain, tentu fasilitas
bermain anak harus didukung dengan baik. Dan serta guru pendidik harus pintar
membawa diri sehingga proses pembelajaran bisa dilewatkan dengan menyenangkan.
Selain itu, penulis juga membahas metode
pembelajaran RKH (Rencana Kegiatan Harian) dan RKM(Rencana Kegiatan Mingguan)
yang disusun dengan tematik. Metode ini mempermudah pengajar dalam penyampaian
materi yang telah ditentukan oleh kurikulum secara menyenangkn dan menghindari
pengulangan penyampaian materi yang bisa menyebabkan anak didik merasa bosan.
Secara praktik masih banyak staff
pengajar Anak Usia Dini yang melakukan kesalahan dalam melakukan proses
pembelajaran, seperti proses belajar mengajar yang kurang menyenangkan serta
mengurangi waktu bermain anak.
Berdasarkan uraian singkat diatas
penulis tertarik untuk menulis buku tentang “PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DAN CARA PRAKTIS PENIGNKATANNYA” yang
diharapkan bisa menjadi pedoman bagi pengajar, orang tua, baik kalangan pelajar
yang mempelajari tentang Anak Usia Dini.
a.
Tujuan
Pembelajaran
Bertujuan
untuk mengembangkan setiap aspek perkembangan Anak Usia Dini. Dengan beberapa
point penting :
1.
Memahami
konsep dasar perkembangan anak
2.
Memahami
teori dasar perkembangan anak
3.
Mengembangkan
aspek perkembangan fisik motorik anak
4.
Mengembangkan
aspek perkembangan bahasa anak
5.
Mengembangkan
aspek perkembangan sosial emosional anak
6.
Mengembangkan
aspek perkembangan kognitif anak
7.
Mengembangkan
aspek perkembangan moral dan agama anak
8.
Memahami
konsep dasar mengenai Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD)
9.
Memahami
pelaksanaan pembelajaran tematik dia taman kanak-kanak
10.
Menjelaskan
proses penyusunan Rancangn Kegiatan Mingguan(RKM) dan Rancangan Kegiatan
Harian(RKH) untuk pembelajaran dengan pendekatan tematik di taman kanak-kanak
11.
Dapat
mengukur perkembangan Anak Usia Dini yang berkaitan dengan peningkatan
perkembangan melalui pembelajaran dengan pendekatan tematik.
b.
Relevansi
Buku
ini relevan dengan rujukan kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini dan sesuai
dengan prinsip, karakteristik dan pekembangan anak.
c.
Penggunaan
Isi Buku
Merupakan
buku rujukan untuk memahami perkembangan Anak Usia Dini yang dapat digunakan
oleh para orang tua, mahasiswa/i calon guru PAUD sebagai bahan ajar maupun
bacaan.
D.
BAB II. Hakikat
dan Landasan Perkembangan Anak Usia Dini
Perkembangan
pada anak perlu dipahami dengan sangat baik, karena setiap anak itu unik dan secara
individual menawarkan kontribusi bagi kebudayaan manusia. Secara inidividu,
pendidik serta orangtua, aspek perkembangan anakm emiliki fungsinya
masing-masing.
Pendidikan awal
formal Taman Kanak-Kanak merupakan pendidikan pra-sekolah bagi anak usia 4-6
tahun yang bukan merupakan pra-syarat untuk menempuh pendidikan lanjutan,
melainkan berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan potensi anak sejak dini
sehingga anak dapat berkembang secara wajar sebagai seorang anak.
Pemahaman aspek
perkembangan anak diperlukan bagi seorang pendidik untuk mengetahui bahwa kali
pertama kali sekolah untuk belajar merupakan hal yang berat bagi seorang anak.
Serta pendidik di Taman Kanak-Kanak diharuskan untuk mengetahui masalah-masalah khusus yang
dihadapi oleh anak dalam proses perkembangan menuju kepada kedewasaaan.
Penyelenggraraan
Taman Kanak-Kanak sendiri dimaksudkan untuk mempersiapkan anak dalam memasuki
dunia belajar.
Taman
Kanak-Kanak bukanlah sekolah, sehingga sistem pembelajaran anak tidak bisa
disamakan bagaimana sekolah pada umumnya. Pada Taman Kanak-Kanak sendiri lebih diarahkan untuk bermain karena
sedang dalam masa pertumbuhan yang sangat membutuhkan bermain dalam prosesnya.
Bermain disini harus menekankan beberapa aspek, yaitu; aktif, menyenangkan,
voluntir, motivasi internal, memiliki aturan, dan simbolik serta berarti. Dan
anak pada masa Taman Kanak-Kanak tidak dipaksakan untuk membaca, menulis,
berhitung. Dan anak TK sedang bersosialisasi, tidak hanya berinteraksi pada
keluarga, tetapi juga pada teman sekitar yang akan mejadi bekal dalam
bersosialisasi didalam masyarakat.
A.
Pengertian Perkembangan
Anak Usia Dini
Pada
sub-bab ini terdapat beberapa pengertian terkait Anak Usia Dini menurut
beberapa ahli (Paul Baltes, Werner,), dan juga beberapa definisi perkembangan
yang juga merupakan pendapat dari ahli(Lerner).
B.
Prinsip
Perkembangan
Objek
psikologi perkembangan adalah manusia secara pribadi dan perkembangan manusia
dipengaruhi oleh perkembangan masyarakatnya.
Menurutu
Myers sendiri terdapat lima prinsip perkembangan, selain Myers, Locke juga
mengemukakan pendapatnya tentang prinsip perkembangan yang terdiri atas empat
prinsip, serta Baltes yang mengemukakan enam prinsip perkembangan.
**keterangan lebih lanjut mengenai
prinsip perkembangan, dapat dilihat pada Buku PERKEMBANGAN ANAK
USIA DINI DAN CARA PRAKTIS PENIGNKATANNYA.
C.
Teori
Aspek Perkembangan
1.
Perkembangan
Aspek Motorik
a.
Motorik
halus
b.
Motorik
kasar
Pada
sub-bab ini terdapat definisi perkembangan aspek motorik menurut beberapa
ahli,dan juga beberapa tabel yang terperinci dalam menjelaskan perkembangan
aspek motorik bagi anak pra-sekolah, cara pelatihan motorik anak, serta
beberapa hal yang mempengaruhi perkembangan aspek motorik anak.
2.
Perkembangan
Aspek Bahasa
Bahasa
merupakan aspek perkembangan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Ada
beberapa pendapat ahli yang menjelaskan bahasa dan cara mengekspresikan serta
pemahamannya bagi anak usia dini. Bahasa juga merupakan suatu keterampilan bagi
anak usia dini. (Chomsky, Lovitt, Piaget, Papalia & Olds, Siti Aisyah)
3.
Perkembangan
Aspek Sosial-Emosi
Perkembangan
sosial mengikuti pola, yaitu urutan perilaku sosial, oleh karena itu dapat
diramalkan perilaku sosial anak yang normal pada usia tertentu.
Untuk
lebih jelas, didalam buku pada sub-bab ini terdapat tabel dari teori Erik H
Erikson yang mempermudah, pendidik, orangtua, serta calon pendidik untuk
memahami perkembangan aspek sosial-emosi pada anak usia dini.
Selain
tabel teori Erik H Erikson, juga terdapat penjelasan lebih rinci tentang
perkembangan aspek sosial-emosi pada anak usia dini yang disesuaikan menurut
usia serta perilaku yang sewajarnya terjadi pada usia tertentu dan juga sikap
antisipaif yang harus diperhatikan an dilakukan oleh pendidik serta orangtua.
4.
Perkembangan
Aspek Kognitif
Pada
masa usia dini, anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Terdapat
pendapat dari beberapa ahli(Piaget, Vigotsky) serta tabel penjelas.
5.
Perkembangan
Aspek Moral
Pada
suia dini atau pra-sekolah perkembangan aspek moral anak berada pada level terbawah
(preconventions) dimana pada level
ini anak tidak menunjukkan internalisasi sari nilai-nilai moral, dimana
penilaian moral dikontrol oleh hukuman dan ganjaran eksternal.
Selain
teori diatas, ada juga pendapat dari beberapa ahli seperti, Kohlberg, Piaget,
John Dewey, Bennet, dan Nucii, serta beberapa tabel pelengkap teori.
E. BAB III. ANAK USIA DINI
Anak usia dini adalah sosok individu
yang sedang menjalani suatu perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi
kehidupan selanjutnya (Berk).
Pendidikan anak usia dini dilakukan
diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun dan bukan
merupaka persyaratan untuk mengikuti pendidikan dasar (UU Nomor 20 Tahun 2008).
Anak TK (4-6th) merupakan
masa peka yang penting bagi anak untuk mendapatkan pendidikan. Pengalaman yang
diperoleh anak dari lingkungan, termasuk stimulus yang diberikan oleh orang
dewasa akan mempengaruhi kehidupan anak dimasa akan datang.
Usia dini juga merupakan periode awal
yang paling penting dan mendasar di sepanjang kehidupan manusia. Salah satu
penciri masa usia dini adalah the glden
ages atau periode keemasan dimana semua potensi anak berkembang paling
cepat.
A.
Cara
Belajar Anak Usia Dini
Kegiatan
yang dilakukan secara sendirian ataupun kelompok, dengan menggunakan alat maupun
tidak, menimbulkan kesenangan tanpa menimbangkan hasil akhir, dilakukan secara
sukarela dan tidak ada paksaaan dari pihak manapun, dan membangun daya
imajinasi anak merupakan definisi dari bermain. Juga terdapat metoda bermain
memberikan kebebasan pada anak-anak untuk berbuat sesuai keinginan sehingga
dari perilaku anak tersebut akan lahir kurikulum secara alamiah.
Metoda
bermain diatas yang dapat diterapkan dalam pendidikan termasuk kegiatan
pendidikan anak Taman Kanak-Kanak sebagai kegiata belajar.
B.
Pengertian
Bermain
Kegiatan
yang dilakukan secara sendirian ataupun kelompok, dengan menggunakan alat
maupun tidak, menimbulkan kesenangan tanpa menimbangkan hasil akhir, dilakukan
secara sukarela dan tidak ada paksaaan dari pihak manapun, dan membangun daya
imajinasi anak.
Pada
sub-bab ini juga membahas aspek aspek perkembangan apa saja yang dapat
dikembangkan pada anak melalui bermain.
C.
Belajar
Melalui Bermain
Pembelajaran
pada anak usia dini menggunakan prinsip secara bermain. Dimana pembelajaran
disusun sedemikian rupa sehingga menyenangkan, gembira, dan demokratis sehingga
menarik anak untuk telibat dalam setiap kegiatan pembelajaran. Anak tidak duduk
tenang mendengarkan ceramah gurunya, tetapi mereka aktif berinteraksi dengan
berbagai benda dan orang dilingkungannya, baik secara fisik maupun mental. Dan juga
ada beberapa aspek yang terlibat dalam proses belajar sambil bermain.
D.
Pengaruh
Bermain Bagi Perkembangan Anak
1.
Perkembangan
fisik
2.
Perkembangan
berkomunikasi
3.
Penyaluran
bagi emosional yang terpendam
4.
Penyaluran
bagi kebutuhan dan keinginan
5.
Sumber
belajar
Selain beberapa
aspek diatas, terdapat jug abeberapa teori dari Hurlock dan Catron yang
masing-masingnya menyatakan terdapat lima aspek yang terpengaruh selama proses
bermain bagi anak.
E.
Hakikat
Anak Usia Dini
Berada
pada rentang usia 0-8th yang sedang mengalami masa pertumbuhan dari
berbagai ospek yang sangat pesat.
F.
Landasan
Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini
1.
Landasan
Yuridis
2.
Landasan
Filosofis dan Religi
3.
Landasan
Keilmuan dan Empiris
F. BAB IV.
PENDEKATAN TEMATIK
Adalah sistem pembelajaran pada
anak yang menggunakan sistem tema, sehingga pelajaran yang diajarkan pada anak
lebih terstruktur, tidak tumpang tindih dan menyenangkan.
A. Pengertian Tema
Merupakan alat
atau wadah untuk mengenalkan berbagai konsep pada anak secara utuh. Dengan
bermaksud menyatukan isi kurikulum dalam suatu kesatuan yang utuh, memperkaya
perbendaharaan bahasa anak didik dan membuat pembelajaran lebih bermakna.
B. Prinsip Tema
Terdapat Sembilan
poin prinsip tema dan beberapa aspek yang diperhatikan. Lebih lengkap dapat
dilihat pada buku.
C. Pengertian Pembelajaran Tematik
Pembelajaran terpadu
yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat
memberikan pengalaman bermakna pada siswa.
Terdapat tujuh
keuntungan yang didapatkan para siswa jika menggunakan pembelajaran tematik. Keterangan
lebih lengkap dapat dilihat pada buku.
D. Landasan Pembelajaran Tematik
Landasan Filsafat; Progresivisme, konstruktivisme dan humanism.
Landasan Psikologi
meliputi psikolgi perkembangan peserta didik dan
psikologi
belajar.
Landasan Yuridis; UU No.
23 Tahun 2002, UU No. 20 Tahun 2003.
E. Arti Penting Pembelajaran Tematik
Pembelajaran tematik
memiliki peran yang sangat penting selama proses pembelajaran dikarenakan siswa
terlibat secara langsung selama proses pembelajaran terjadi. Kaitan konseptual
antar mata pelajaran yang di pelajari akan membentuk skema, sehingga siswa akan
memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan.
F. Karakterisitk Pembelajaran
Tematik
1. berpusat pada siswa
2. memberikan pengalaman
langsung
3. pemisahan mata
pelajaran tidak begitu jelas
4. menyajikan konsep
dari berbagai mata pelajaran
5. bersifat fleksibel
6. hasil pembelajaran
sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa
7. menggunakan prinsip
belajar sambil bermain dan menyenangkan
G. Langkah Pengembangan dan
Pemilihan Tema
Terdapat Sembilan
langkah dan juga tabel untuk memperjelas materi pada sub-bab ini, serta contoh
dari tema itu sendiri.
H. Strategi Pelaksanaan Pembelajaran
Tematik
Dengan menentukan
materi tentang apa yang akan kita bahas pada hari itu, dan pendidik haru sudah
menyiapkan sub tema dari tema yang sudah dipilih.
G. BAB V.
PELAKSANAAN KBM DI TAMAN KANAK-KANAK
1.
Kegiatan
baris berbaris
2.
Kegiatan
pembukaan
3.
Kegiatan
inti
4.
Kegiatan
makan
5.
Waktu
istirahat
6.
Kegiatan
penutup
H. BAB VI.
PENINGKATAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
DAN KAITANNYA DENGAN PTK
CONTOH PTK UNTUK
MENINGKATKAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
a.
TUJUAN
b.
TEMPAT
DAN WAKTU PENELITIAN
c.
METODE
DAN DESAIN INTERVENSI TINDAKAN SIKLUS
d.
TAHAP
INTERVENSI TINDAKAN
e.
SUBJEK
YANG TERLIBAT DAN POSISI PENELITI
f.
HASIL
INTERVENSI TINDAKAN YANG DIHARAPKAN
g.
DATA
DAN SUMBER DATA
h.
INSTRUMEN
i.
TEKNIK
PENYAJIAN DATA
j.
TEKNIK
PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
k.
ANALISIS
DATA
l.
KRITERIA
KEBERHASILAN TINDAKAN
I. BAB VII.
RENCANA KEGIATAN HARIAN ATAU RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN
a.
Persiapan
Mengajar (RPPH)
b.
Kaitan
Antara Tema Dengan Perkembangan Anak untuk 16 kali pertemuan
Pada bab ini,
terdapat beberapa contoh pembelajaran tematik yang dapat dijadikan sebagai
bahan ajar.
J. BAB VIII.
ALAT UMUR PERKEMBANGAN ANAK
Merupakatn sebuah alat yang
digunakan oleh pendidik untuk mengamati sejauh mana anak berkembang dan apakah
sesuai dengan perkembangan yang seharusnya terjadi pada usia anak. Beruap tabel
yang mana didalamnya sudah tersusun rapi 5 aspek perkembangan anak sesuai
kurikulum dan juga cara mengolah tabel itu sendiri.
Demikian lah yang dapat saya
kerjakan dari tugas membedah buku serta membuat sinopsi dari buku “PERKEMBANGAN
ANAK USIA DINI DAN CARA PRAKTIS PENINGKATANNYA’. Penyusunan struktur buku sudah
sangat rapi sehingga dapat dijadikan contoh bagi calon pendidik PAUD sendiri
ataupun menjadi pegangan bagi orangtua. Adapun kekurangan buku adalah beberpa typo yang terdapat dibeberapa lembar
awal buku.
Terimakasih, wassalam …